
JEMBER – Universitas Jember (UNEJ) sukses menggelar Parade Budaya Nusantara 2026 dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026. Mengusung tema strategis “Kampus Berdampak Berlandaskan Nilai Pancasila untuk Kemajuan Bangsa,” kegiatan seremonial sekaligus kompetitif ini dilaksanakan langsung di Halaman Depan Gedung Rektorat sesaat setelah upacara bendera selesai pada pukul 07.45 WIB.
Parade yang diiringi oleh alunan musik patrol dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNEJ ini bergerak dari arah selatan ke utara di depan Gedung Rektorat. Agenda tahunan ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila, memperkuat solidaritas, serta menjadi ruang ekspresi kebudayaan bagi seluruh unit kerja di lingkungan kampus.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) turut ambil bagian sebagai salah satu peserta dari total 19 unit kerja yang tampil berdasarkan nomor urut resmi panitia. Di bawah pimpinan unit kerja, FMIPA mengirimkan delegasinya untuk unjuk gigi di depan para juri.
Meski panitia secara umum memberikan ketentuan kuota 5 pasang perwakilan yang wajib mewakili unsur Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik), FMIPA memaksimalkan barisannya dengan membawa total 8 pasang delegasi.
Persiapan yang dilakukan oleh tim FMIPA terbilang sangat singkat namun efektif.
“Waktu persiapan hanya memakan waktu 2 hingga 3 hari karena gerakan dan parade tidak terlalu kompleks. Namun, hasilnya tetap optimal dan kompak saat tampil,” ujar Dekan FMIPA.
Sesuai kebebasan yang diberikan panitia untuk mengenakan busana adat nusantara, delegasi FMIPA tampil memukau dengan busana ragam budaya etnik Indonesia, mulai dari adat Jawa, Dayak, Sumatra, Kalimantan, hingga Bali. Ragam pakaian adat yang selaras dan harmonis ini menjadi representasi nyata dari Bhinneka Tunggal Ika serta mengincar penilaian pada kategori ‘Anugerah Ragam Budaya Terkaya’.
Saat melintas di depan panggung pimpinan, dalam batas durasi maksimal 1 menit yang ditentukan, FMIPA menyuarakan koreografi dan yel-yel bertenaga. Penampilan mereka diawali dengan yel-yel cinta FMIPA, slogan “Bhinneka Tunggal Ika”, “NKRI Harga Mati”, dan ditutup dengan jargon khas yang membakar semangat penonton: “FMIPA berkreasi, berinovasi, dan berprestasi!”.
Keikutsertaan FMIPA dalam parade ini bukan sekadar mengejar aspek kompetitif atau hiburan semata. Lebih dari itu, momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini dinilai memiliki substansi mendalam sebagai media pembelajaran bagi generasi muda yang tidak ikut memperebutkan kemerdekaan di masa lalu.
Melalui parade kebudayaan ini, nilai-nilai loyalitas terhadap ideologi Pancasila sebagaimana yang diharapkan oleh Dekan FMIPA dapat menghujam kuat di pikiran para dosen dan pengajar. Nilai nasionalisme positif tersebut selanjutnya akan ditransfer secara berkelanjutan kepada para mahasiswa. Langkah ini menjadi penegasan kokoh bahwa NKRI adalah harga mati dan bentuk final bangsa Indonesia. Bukti sejarah mencatat, selama hampir 81 tahun merdeka (sejak 1945), Indonesia berhasil menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa berkat loyalitas total seluruh elemen masyarakat terhadap Pancasila.
