Gambaran suasana Alun-Alun Lumajang disaat sore hari. Minggu (12/07/2026). (Foto: LPMM ALPHA)

Derap langkah pengunjung silih berganti menyusuri jalur pedestrian Alun-Alun Lumajang menjelang sore. Irama langkah para pelari berpadu dengan riuh tawa anak-anak yang bermain di area playground, menciptakan suasana yang hidup di ruang terbuka ini. Sejumlah pengunjung dari berbagai usia menggelar tikar di bawah rindangnya pepohonan menikmati waktu masing-masing. Beragam aktivitas berlangsung secara bersamaan menjadikan alun-alun lumajang sebagai tempat berkumpul bagi masyarakat sekitar.

Pemandangan tersebut hampir selalu dapat dijumpai setiap sore, terlebih saat akhir pekan atau pelaksanaan Car Free Day. Masyarakat memanfaatkan Alun-Alun Lumajang dengan cara yang beragam, mulai dari berolahraga, bermain, berkumpul bersama keluarga, hingga sekadar menikmati suasana kota. Dibalik ramainya aktivitas itu alun-alun lumajang menyimpan berbagai fasilitas yang dirancang untuk menunjang kenyamanan pengunjung dan mendukung berbagai kegiatan masyarakat dari berbagai kalangan.

Alun-alun Lumajang sebagai pusat kota memiliki beberapa fasilitas yang menunjang aktivitas masyarakat. Fasilitas yang dapat ditemui berupa depot isi ulang air siap minum yang berguna untuk melegakan dahaga di kala seusai olahraga dilakukan. Depot isi ulang air minum tersebut merupakan fasilitas bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim Cabang Lumajang. Fasilitas ini menciptakan banyak manfaat diantaranya mengurangi botol plastik sekali pakai, mendukung program Lumajang lestari, meningkatkan daya tarik wisata, dan masih banyak manfaat lainnya. Manfaat ini dirasakan oleh pengunjung bernama Aura yang menjelaskan, “Saya sangat senang sekali dengan fasilitas di Alun-Alun Lumajang soalnya ketika saya kehausan setelah berolahraga terdapat tempat isi ulang air minum yang dapat digunakan oleh semua orang.” Kesehatan jasmani masyarakat juga ditunjang dengan adanya fasilitas olahraga yang terletak tepat di seberang Pendopo Arya Wiraraja, selain itu terdapat fasilitas untuk terapi kaki yang biasanya digunakan untuk masyarakat yang sudah lanjut usia.

Fasilitas yang sering kali menjadi daya tarik anak-anak ketika berkunjung kesana yaitu Playground. Beragam permainan tersedia dan menjadi magnet bagi keluarga yang datang menghabiskan waktu di sore maupun malam hari. Kehadiran area ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dengan aman sekaligus berinteraksi dengan teman sebaya.Tak jauh dari area bermain, jalur pedestrian mengelilingi kawasan alun-alun menjadi pilihan warga untuk berjalan santai atau berolahraga ringan. Pepohonan yang rindang serta penataan taman menciptakan suasana sejuk di tengah aktivitas perkotaan. Bangku-bangku taman yang tersebar di berbagai sudut juga dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat ataupun menikmati suasana.

Pohon beringin yang menjadi ikon dan saksi bisu perkembangan Alun-Alun Lumajang. Minggu (12/07/2026). (Foto: LPMM ALPHA)

Banyaknya pepohonan yang membuat kawasan semakin asri mendukung ketenangan dan kesejukan di Alun-Alun Lumajang. Selama puluhan tahun, pohon beringin itu berdiri teduh, menaungi setiap langkah dan menjadi saksi bisu perjalanan Kota Lumajang. Namun, pada 17 Januari 2021, “sang penjaga tua” akhirnya menyerah. Usia yang telah renta, batang yang rapuh dimakan waktu, serta derasnya hujan yang membebani setiap ranting membuat pohon ikonik itu rebah, meninggalkan duka bagi masyarakat yang telah lama tumbuh bersama bayangnya.

Di dalam Alun-Alun Lumajang terdapat lapangan dengan hamparan rumput hijau yang luas. Hamparan rumput yang terawat itu bukan hanya untuk memperindah pemandangan serta segala aktivitas masyarakat di setiap waktu. Disaat fajar tiba lapangan ini dipenuhi dengan masyarakat yang tengah mengikuti senam bersama untuk menjaga tubuh tetap bugar. Di momen tertentu lapangan ini juga digunakan sebagai tempat untuk melakukan upacara dan berbagai kegiatan resmi lainnya. Namun, ketika matahari mulai terbenam suasana berubah menjadi lebih hangat dengan hadirnya tawa anak-anak yang berlarian dan bermain.

Mengelilingi hamparan hijau Alun-Alun Lumajang, jalur pedestrian yang dilapisi granit anti-slip sehingga menimbulkan rasa nyaman dan aman bagi segala pengunjung. Permukaan yang tidak rata berfungsi untuk memudahkan pejalan kaki, tetapi juga ramah bagi para lansia, pengguna kursi roda, maupun penyandang disabilitas berkat adanya guiding block yang membentang sepanjang trotoar. Di sisi jalan marka khusus pesepeda menjadi bukti upaya menciptakan ruang publik yang tertib dan aman bagi segala kalangan. Suasana semakin ramai setiap pagi di hari Minggu dimana kawasan Alun-Alun berubah menjadi zona Car Free Day. Kendaraan bermotor berganti dengan suara langkah kaki para pejalan, roda sepeda, irama musik senam bersama di pagi hari, dan tawa anak-anak saat bermain sepatu roda.

Keberadaan masjid Agung KH. Mahfudz menambah kehikmatan masyarakat dalam menyegerakan ibadah tanpa meninggalkan kawasan Alun-Alun Lumajang. Alun-alun Lumajang dengan segala fasilitasnya menjadi ruang publik yang mengakomodasi segala
kebutuhan masyarakat dari segi kesehatan, kebersihan, kegiatan rekreasi hingga spiritual. Selain itu, terdapat ruang literasi berupa perpustakaan Daerah yang dimanfaatkan oleh pelajar maupun masyarakat umum. Fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan laboratorium juga berada tidak jauh dari kawasan Alun-Alun Lumajang yang memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan. Tata letak pusat pemerintahan di sekeliling Alun-Alun Lumajang mengikuti konsep lama berupa Catur Gatra Tunggal. Alun-Alun berfungsi sebagai “wajah” kota sedangkan kantor Bupati Lumajang di dekatnya sebagai simbol bahwa pemerintahan selalu hadir dekat dengan rakyat.

Banyaknya fasilitas Alun-Alun yang disediakan dapat dirasakan oleh pengunjung lainnya seperti Muhimmah, perkembangan Alun-Alun Lumajang dari masa ke masa membawa perubahan yang positif bagi masyarakat. “Saya merasa senang melihat Alun-Alun Lumajang sekarang, fasilitasnya semakin lengkap dan tertata. sehingga bukan hanya menjadi tempat untuk bersantai atau berekreasi saja namun juga menunjang kebutuhan masyarakat,” tuturnya. Muhimmah juga menyebutkan bahwa fasilitas di Alun-Alun Lumajang dapat dinikmati oleh semua kalangan dan menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas.

Alun-Alun Lumajang yang menyediakan beragam fasilitas ini tidak hanya menjadikan Alun-Alun sebagai suatu tempat umum yang menjadi pelengkap “wajah” kota. Alun-Alun kota Lumajang ini menjadi tempat umum atau ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas sehari hari. Seiring bergantinya waktu dari pagi, siang, sore maupun malam suasana yang ada di Alun-Alun Lumajang ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat disana. Pagi hari yang diwarnai dengan banyaknya aktivitas olahraga, dan sore hingga malam hari yang menghadirkan suasana lebih santai dengan diwarnai rasa kehangatan bersama keluarga. Tak heran jika ruang terbuka yang ada di pusat kota Lumajang ini tetap menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk menghabiskan waktu, baik itu melakukan aktivitas ataupun hanya sekedar bersantai menikmati indahnya suasana kota.

admin ALPHA

UKM LPMM yang berada di lingkup FMIPA dengan nama "ALPHA" yang selalu membela kebenaran walaupun berada dalam kesendirian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *